Pengertian Kalam dan Penjelasan Isim Fiil Huruf dan Idhofah

KALAM

Kalam / Kalimat adalah ucapan yang terdiri dari beberapa kata, berguna bagi pendengar dan diucapkan dengan sengaja.

Jadi syarat kalimat ada 4, yaitu :

  1. Ucapan (lafazh)
  2. Tersusun dari beberapa kata (murakkab)
  3. Berguna bagi pendengar (mufid)
  4. Diucapkan dengan sengaja (wadh’i)

Ahmad berkata kepada ayahnya : ayah, saya ingin membeli buah apel, jeruk dan anggur.

Apakah yang diucapakan oleh ahmad termasuk kalam / kalimat ?

Tentu iya, karena memiliki 4 unsur kalimat/ kalam, yaitu ada ucapan, terdiri dari beberapa kata, ucapan ahmad berguna / memberikan informasi bagi ayahnya, dan ahmad mengucapkan kalimat tersebut dengan sengaja, dalam kondisi sadar.

Jika suatu ucapan tidak memenuhi 4 unsur diatas, apakah termasuk kalimat / kalam ? 

Jawabannya tentulah Tidak. Mana contoh nya ? yaitu ucapan orang yang mengigau (bicara ketika tidur). Ketika ada orang mengingau berbicara, maka gugur satu unsur yaitu wadh’I (dilakukan dengan sengaja, sadar).

Apakah bunyi lonceng termasuk kalam / kalimat ?

Tentulah Tidak, karena gugur 3 syarat, yaitu ucapan, tersusun dari beberapa kata, dan dilakukan dengan sengaja. Dan lonceng hanya memiliki 1 unsur, yaitu berguna bagi pendengar.

Dalam Bahasa arab, kata terbagi 3, yaitu :

  1. Kata benda (isim)
  2. Kata kerja (fi’il)
  3. Huruf yang memiliki makna.

Semua kata yang menunjukkan nama sesuatu, nama tempat maka disebut dengan kata benda (isim).

Contoh kata benda (isim) :

Arti

Isim

Arti

Isim

Makkah

اَلْمَكَّةُ

Tulisan

كِتَابَةٌ

Madinah

اَلْمَدِيْنَةُ

Buku

كِتَابٌ

Anjing

اَلْكَلْبُ

Al-Qur'an

اَلْقُرْآنُ

Kucing

اَلْقِطُّ

Tas

حَقِيْبَةٌ

Langit

اَلسَّمَاءُ

Meja

مَكْتَبٌ

 

Semua kata yang menunjukkan suatu pekerjan, dan memiliki unsur waktu (lalu, sekarang, dan akan datang) maka disebut dengan kata kerja (fi’il) 

Arti

Fi'il

Arti

Fi'il

Menulis

كَتَبَ

Jatuh

سَقَطَ

Mendengar

سَمِعَ

Pergi

ذَهَبَ

Melihat

بَصَرَ

Pulang

رَجَعَ

Memakai

لَبِسَ

Belajar

دَرَسَ

Mengambil

أَخَذَ

Menghapal

حَفِظَ

 

Huruf yang memiliki makna, contoh :

Arti

Huruf

Arti

Huruf

Dan

وَ

Dari

مِنْ

Maka

فَ

Ke, Kepada

إِلَى

Untuk

لِ

Dari

عَنْ

Bahwa

أَنْ

Diatas

عَلَى

Tidak

لَمْ

Di, Didalam

فِيْ

 

 image

 

Coba kamu perhatikan dua ulama cerdas diatas, apakah kamu menganalinya ? apakah mereka berdua sama ? jawabannya pastilah tidak sama, dan masing-masing dari mereka berdua memiliki gaya dan tanda yang berbeda, dari perbedaan itulah mereka dapat dibedakan.

Sama halnya dengan kata benda (isim), kata kerja (fiil) dan huruf, masing-masing memiliki tanda atau ciri tersendiri. Apa saja tanda-tandanya ? yuk simak pembahasan berikut ini !

 

Tanda isim (kata benda)

  1. Tanwin

Yaitu baris dua, dua diatas (fathatain), dua dibawah (kasratain) dan dua didepan (dhommatain). Jadi, setiap kata yang memiliki harkat tanwin, pastilah isim (kata benda).

Contoh :  كِتَابَةٌ , كِتَابٌ , حَقِيْبَةٌ , مَكْتَبٌ 

  1. Khofad (baris Kasrah)

Setiap kata yang memiliki baris kasrah, maka kata tersebut adalah isim (kata benda).

Contoh : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kata Ismi, Allahi, Arrahmani, dan Arrahimi adalah isim, tandanya khofad (baris kasrah).

  1. Kata yang diawali alif lam (ال  

Setiap kata yang diawali alif lam pastilah isim (kata benda). 

Contoh : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kata Allahi, Arrahmani dan Arrahimi adalah isim (kata benda), tandanya diawali oleh alif lam.

  1. Didahului huruf jar

Huruf jar adalah من، إلى، عن، على، في، ربّ، ب، ك، ل Jadi, setiap kata yang diawali huruf ini, maka kata tersebut adalah isim (kata benda).

Contoh : أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Kata Allahi didahului huruf ba (ب), maka kata Allahi adalah isim, dan kata Asysyaithani didahului oleh huruf min (مِنْ) , maka kata Asysyaithani adalah isim (kata benda).

  1. Didahului huruf Qosam (sumpah).

Huruf qosam (sumpah) itu adalah و ، ب ، ت   .

 contoh : وَاللّهِ ، بِاللّهِ ، تَاللّهِ maka kata Allahi yang terletak setelah huruf و ، ب ، ت adalah isim (nama sesuatu).

Didalam al-quran terdapat banyak sekali kata yang didahului oleh huruf qosam (sumpah), diantara :

 وَالْفَجْرِ، والشَّمْسِ ، والّيْلِ ، وَالسّمَاءِ وَالطَّارِقِ ، وَالْعَصْرِ  , semua kata yang terletak setelah huruf و  adalah isim (kata benda).

Muncul satu pertanyaan, bagaimana cara membedakan antara huruf و  biasa dengan huruf و  Qosam (sumpah) ?

Caranya adalah dengan memperhatikan harkat kata setelah huruf و , jika harkatnya adalah khofad (kasrah), maka bisa dipastikan و  tersebut adalah huruf qosam, jika tidak, maka bukan huruf qosam. Coba perhatikan contoh berikut :

وَالْعَصْرِ 

وَ عَلَّمَ ءَادَمَ الْأَسْمَاءِ كُلَّهَا ...........

Wal ‘Ashri, kata al-‘ashri adalah isim (kata benda), karena didahului oleh huruf qosam, dan harkat akhir katanya adalah khofad (kasrah), sedangkan kata ‘allama pada kata yang kedua bukan isim, karena harkat kata setelah huruf و bukan khofad.

  1. Idhofah

Idhofah adalah gabungan dua kata memiliki satu makna. Contoh kata rumah dan sakit. Ketika kata itu dipisahkan, maka akan dipahami dengan dua makna, yang satu rumah, dan yang kedua sakit. Jika kedua kata tersebut disatukan “Rumah sakit”, maka paduan kata ini hanya dipahami dengan satu makna, yaitu rumah tempat merawat orang sakit.

Contoh selanjutnya kata pena dan Azhar. Jika dipisah, maka kedua kata itu memiliki makna masing-masing. Pena dipahami sebagai alat menulis, dan Azhar adalah nama orang. Ketika dua kata ini disatukan “Pena Azhar”, maka hanya dipahami dengan satu makna, yaitu pena milik Azhar.

Kata pertama disebut mudhof dan kata kedua disebut mudhof ilaih. Kata rumah disebut mudhof, dan sakit disebut mudhof ilaih. Kata pena disebut mudhof dan kata Azhar disebut mudhof ilaih.

Didalam Bahasa arab, idhofah ini memiliki pola, yaitu : 

  نَكِرَةٌ    +    نَكِرَةٌ                                        نَكِرَةٌ       +       مَعْرِفَةٌ

مُضَافٌ      مُضَافٌ إِلَيْهِ                    مُضَافٌ              مُضَافٌ إِلَيْهِ

Nakirah adalah kata yang bersifat umum, biasanya memiliki tanwin, dan tidak diawali alif lam. Contohnya : كِتَابَةٌ , كِتَابٌ , حَقِيْبَةٌ , مَكْتَبٌ

Makrifah adalah kata yang bersifat khusus, biasanya diawali alif lam. Contoh : اَلْمَكَّةُ، اَلْمَدِيْنَةُ، اَلسَّمَاءُ  .

Mari praktekkan pola diatas : 

قَلَمُ أُسْتَاذٍ

Artinya pena guru. Ketika disebut pena guru, maka tidak termasuk pena siswa, pena siswi, maupun pena panjaga kantin. Siapa guru yang dimaksud ?, masih umum, yang penting guru. Kata  قَلَمُ أُسْتَاذٍ terdiri dari dua kata, قَلَمُ dan     أُسْتَاذٍ ,  قَلَمُ  adalah isim (kata benda) dan  أُسْتَاذٍ juga isim (kata benda), tanda isim dari masing-masing kata ini adalah idhofah. قَلَمُ adalah mudhofdan أُسْتَاذٍ adalah mudhof ilaih.

 قَلَمُ الْأُسْتَاذِ

Artinya pena guru. Ketika disebut pena guru, maka tidak termasuk pena siswa, pena siswi, maupun pena panjaga kantin. Guru yang dimaksudkan disini sudah jelas karena kata alustadz menggunakan alif lam. Kata  قَلَمُ الْأُسْتَاذِ terdiri dari dua kata, قَلَمُ dan  الْأُسْتَاذِ ,  قَلَمُ  adalah isim (kata benda) dan الْأُسْتَاذِ juga isim (kata benda), tanda isim dari masing-masing kata ini adalah idhofah. قَلَمُ adalah mudhof, dan الْأُسْتَاذِ adalah mudhof ilaih.

قَلَمُ أُسْتَاذِ النَّحْوِ

Artinya pena guru nahwu. Ketika disebut pena guru nahwu, maka tidak termasuk pena siswa, siswi, dan juga tidak termasuk guru matematika, kimia, IPS, akidah akhlak dan guru lainnya, hanya guru nahwu saja. قلم أستاذ النحو  adalah gabungan dari beberapa kata, yaitu قلم  adalah mudhof, أستاذ adalah mudhof ilaih, dan kata أستاذ menjadi mudhof lagi untuk kata setelahnya, النحو adalah mudhof ilaih.

Kesimpulannya, idhofah adalah gabungan dua kata atau beberapa kata menjadi satu makna.

FIIL

Fiil adalah kata yang menunjukkan satu  pekerjaan dan memiliki masa / waktu. Waktu yang sudah lewat, sedang terjadi dan yang akan datang.

Bagaimana cara mengenali kata fiil ? mengenalinya dari tanda yang ada pada kata tersebut. Fiil memiliki tanda yaitu :

  1. Bisa dimasuki qod قَدْ
  2. Bisa dimasuki sin س 
  3. Bisa dimasuki saufa  سوف 
  4. Bisa dimasuki ta taknis sakin (ta yang berharkat sukun untuk menunjukkan bahwa pelaku suatu perbuatan adalah perempuan).

Bagaimana cara menemukan fiil (kata kerja) suatu pekerjaan ? lihat kamus.

Berikut adalah contoh fiil / kata kerja :

membantu, menolong

نَصَرَ : يَنْصُرُ

membaca, menceritakan

قَرَأَ : يَقْرَأُ

Melihat

بَصُرَ : يَبْصُرُ

pergi, berkunjung, menuju ke

ذَهَبَ : يَذْهَبُ

mengumpulkan, menghimpun, mengkombinasi

جَمَعَ : يَجْمَعُ

 

Huruf adalah huruf hijaiyyah yang memiliki makna seperti contoh berikut :

Arti

Huruf

Arti

Huruf

Arti

Huruf

apakah

هل

untuk, karena

ل

dan

و

apakah

أ

seperti

ك

lalu, maka

ف

dengan

ب

dari

من

kemudian

ثُمَّ

akan

س

ke

إلى

Bahwa

أَنْ

tidak

لا

dari

عن

takkan

لَنْ

 

Huruf tidak memiliki tanda seperti isim dan fiil. Jika tidak ada tanda isim dan fiil dalam satu kata, maka itulah huruf yang memiliki makna.

Share: